Senin, 20 April 2015

CARA INSTALL GOOGLE ANDROID 86 DI VIRTUAL BOX (LENGKAP)


Sistem operasi khusus untuk PC ini dinamakan android x86.
Android x86 bisa di pasang secara permanen ke dalam sistem komputer anda, atau secara virtual (simulasi). Di blog ini membahas cara menginstal Andorid ke dalam virtual box (simulasi). Langsung saja.
Hal yang di butuhkan untuk menginstal Android antara lain:

•    Perangkat PC/Laptop yang memenuhi syarat.
•    Perangkat lunak mesin virtual (virtual box dan lain sebagainya)
•    File .ISO Android x86

Yang pertama kali di lakukan adalah menginstal mesin virtualnya ke dalam PC/Laptop anda terlebih dahulu.

Jika sudah buka Virtual boxnya, lalu buat mesin komputer virtualnya, dengan cara mengklik tombol NEW.


Lalu isikan nama sistem operasinya, pilih saja untuk name : Google Android(bebas), Type : Linux,
Version : Other Linux. Lalu tekan tombol next jika sudah.

Selanjutnya mengisikan ukuran memory virtual, jika anda mempunyai memory lebih isikan saja 512 MB atau lebih sesuai kapasitas memory yang anda miliki, namun jika anda tidak mempunyai memori lebih atau terbatas isikan saja 256MB sesuai rekomendasi.

Lalu selanjutnya anda di minta untuk membuat virtual hardisk, pilih saja “create a virtual hard drive now”, lalu next.

Langkah berikutnya Next.


Pada menu “Storage on physical hard drive”, pilih saja “Dynamically allocated” lalu next.




Langkah selanjutnya adalah mengisikan jumlah kapasitas hard drive yang akan digunakan, isikan saja cukup sebesar 2GB saja atau lebih besar lebih baik, dan anda bisa menetukan dimana file disimpan , dengan cara mengkik tombol folder seperti gambar di bawah.

Maka dengan begitu mesin virtual yang anda buat telah jadi, anda hanya tinggal mengkonfigurasinya agar sistem operasi yang nanti anda instal dapat berjalan.
Caranya dengan cara mengklik mesin virtualnya, lalu tekan tombol settings. Lebih jelas lihat ke gambar.


Lalu lakukan konfigurasi sebagai berikut:
1. Atur penggunaan video memory yang akan di gunakan untuk memproses gambar. Pilih menu display lalu pada tab video beri saja 64MB untuk video memory atau lebih besar lebih baik. Dan jangan lupa untuk memberikan tanda ceklist pada pilihan “ Enable 3D Acceleration”

2. Lalu selanjutnya pilih menu storage, kllik “Empty” lalu pada attributes pilih logo CD dan “Chose a virtual CD / DVD disk file..” , maka akan tampil window baru, lalu masukan file .ISO android x86 yang anda miliki. 

3. Selanjutnya pada pilihan menu Audio pada “Audio Controller” pilih “SoundBlaster 16”, lanjutkan dengan mengklik OK untuk mengakhiri konfigurasi sistem.

Langkah selanjutnya adalah dengan mengklik tombol start pada virtual box untuk memulai instalasi Android x86 anda.
Pada saat memulai maka anda akan mendapatkan beberapa menu pilihan, pilih saja “installation – install Android x86 to harddisk” untuk langsung memasangnya, atau “Run Android – x86 without installation” jika anda ingin mencobanya terlebih dahulu tanpa harus menginstalnya terlebih dahulu, lalu tekan enter.

Lalu pilih menu “Create / Modify Partitions” untuk membuat partisi baru. Tekan enter jika sudah. Lalu akan muncul sebuah layar hitam, disini kita akan menetukan besaran harddisk yang akan di gunakan oleh sistem, dengan cara memilih menu “NEW” lalu pilih “Primary” dan tentukan kapasitasnya. Contoh disini diberikan kapasitas sebesar 1000MB / sama dengan 1GB. 

Jika sudah lanjutkan dengan menekan tombol enter, lalu pilih “Beginning”.

Lalu pilih “Bootable” pada partisi yang telah di buat.

Pilih “Write” untuk memulai proses selanjutnya. Maka akan muncul sebuah pesan bertuliskan “Are you sure you want …. Disk? (Yes or NO)” ketikan saja “YES” (tanpa tanda petik) dan tunggu hingga proses penulisan berlangsung.

Pilih “Quit” untuk mengakhir proses pembuatan partisi.

Pada saat itu anda akan melihat sebuah partisi baru terbentuk dengan nama “ sda1 Linux VBOX HARDDISK” , pilih saja itu lalu “OK”.
Langkah selanjutnya anda akan diminta untuk memberikan format Disk, pilih “ext 3” lalu “OK”.


Maka akan muncul sebuah konfirmasi lanjutkan dengan memilih “YES”.

Selanjutnya pilih “install GRUB loader” pilih “YES”.


Lalu pada tahap “Question” pilih saja “NO”. Lalu proses instalasi akan berlangsung tunggu hingga proses instalasi selesai.

Proses instalasi telah selesai, anda akan diminta untuk membuat “Fake SD card”, pilih “Create SD card” lalu isikan jumlah kapasitas SD card yang akan digunakan ke dalam sistem. Disini hanya mengisikan 500MB saja. Lalu tekan enter.

Proses pembuatan “Fake SD card” telah berhasil, lanjutkan dengan “reboot” (restart).

Proses selanjutnya mengganti BOOT  yang digunakan, ke dalam harddisk yang telah diinstal Android x86 anda, dengan cara. Pilih Devices>CD/DVD Devices>Remove disk from virtual drive.
Lalu pilih Machine>Reset untuk menghidupkan ulang mesin.

Maka akan muncul menu GRUB, pilih saja Android –x86 tanpa  tulisan debug mode.
Maka dengan begitu anda telah sukses memasang sistem operasi android x 86 ke dalam mesin virtual anda.

Untuk mencobanya anda bisa menggunakan mouse dengan cara  memilih machine > Disable mouse intergration. Lalu anda hanya perlu melakukan double click pada sistem operasi tersebut untuk mencobanya.

Dan untuk keluar dari sistem operasi tersebut anda harus menahan tombol “ctrl” kanan pada bagian keyboard anda dan menekan tombol “click left” atau klik kiri pada mouse anda.



Sekian tutorial menginstal sistem operasi Android x86 ke dalam virtual box.

Bagi yang ingin merasakan sistem operasi Android dengan cara lain selain cara di atas & tanpa installasi OS terlebih dahulu dan lebih mudah. Anda bisa menggunakan program.

Namun proses instalasinya membutuhkan koneksi internet dan juga spesifikasi komputer Anda harus memenuhi syarat agar, program bisa berjalan lancar. 

Sumber : http://bobsblogz.blogspot.com/2013/02/cara-install-google-android-di-virtual.html












Senin, 30 Maret 2015

FITUR-FITUR DARI VIRTUAL BOX


Pertama-tama kita mulai, dari menu File. Pada menu File ada beberapa settingan, yaitu:

File - Virtual Media Manager : Tempat mengatur media virtual. Berisi semua media (hardisk, cd/dvd dan iso file)
File – Export Appliance, untuk mengimport virtual machine, istilah lainnya, membuat OS virtual, menjadi file berekstensi OVF / OVA.
File - Import Appliance, kebalikan daripada import, mengambil file backup berekstensi OVF / OVA, untuk dijalankan pada VirtualBox.
File - Preference. Setting VirtualBox, secara umum. Ada banyak settingan disini,

1. General, secara default drive C folder document, merupakan tempat dari virtual machine yang sudah dibuat. Anda bisa ubah settingan ini ke drive dan folder yang diinginkan.

Bagian General terdiri atas 3 (tiga) bagian, yaitu Basic, Advanced dan Description.
  • Basic
    Di bagian ini kita dapat mengganti nama tampil dari sistem operasi virtual yang telah kita buat. Kita juga dapat mengganti jenis dan versi dari sistem operasi yang akan diinstall pada mesin virtual. Khusus untuk bagian Type dan Version, lakukan perubahan hanya untuk mesin virtual yang belum diinstall. Jika dilakukan pada mesin virtual yang sudah diinstall dengan sistem operasi, dapat mengakibatkan sistem operasi virtual tersebut tidak berjalan dengan sempurna.
  • Advanced
    Di bagian ini akan ditampilkan lokasi folder file mesin virtual ditempatkan.

  • .Description  Bagian ini digunakan untuk membuat keterangan tentang sistem operasi virtual yang diinstall.

2. System

Pengaturan system terdiri atas 3 (tiga) bagian, yaitu Motherboard, Processor dan Acceleration.
  • Motherboard
    Bagian base memory berguna untuk mengatur memori yang akan di alokasikan kepada mesin guest. Ukuran memori maksimal disarankan berdasarkan indikator warna hijau atau setengah dari total jumlah memori komputer yang tersedia, agar sistem operasi utama tidak menjadi terganggu. Opsi boot orderberguna untuk mengatur media yang akan dibaca pertama kali ketika sistem operasi dijalankan. OpsiEnable I/O APIC di bagian Extended Features harus diaktifkan jika jumlah prosesor yang dialokasikan ke mesin virtual di Tab Processor lebih dari satu.
  • Processor
    Bagian processor(s) digunakan untuk pengaturan jumlah core prosesor yang akan digunakan mesin virtual. Isian 1 (satu) prosesor pada bagian ini sudah cukup untuk menjalankan sebuah mesin virtual. Namun jika ingin melakukan perubahan, jumlah prosesor maksimal disarankan berdasarkan indikator warna hijau atau setengah dari total jumlah prosesor komputer yang tersedia, agar sistem operasi utama tidak menjadi terganggu. Opsi Enable I/O APIC di bagian Extended Features pada Tab Motherboard harus diaktifkan jika akan mengalokasikan prosesor lebih dari satu ke mesin virtual.
  • Acceleration   Bagian ini digunakan untuk performa mesin virtual yang dibuat. Jika opsi Enable VT-x/AMD-V tersedia dan dapat diaktifkan, hal tersebut menandakan bahwa prosesor yang digunakan sudah mendukung teknologi virtualisasi. Pada prosesor Intel dikenal dengan nama Intel VT-x sementara pada prosesor AMD dikenal dengan nama AMD-V.


3. Display

Pengaturan system terdiri atas 3 (tiga) bagian, yaitu Video, Remote Display dan Video Capture.
  • Video
Tab Video Memory digunakan untuk pengaturan memori yang akan diberikan kepada kartu video mesin virtual. Maksimal besaran memori yang dapat digunakan adalah 128 MB dan minimal tidak pada indikator warna merah. Opsi Monitor Count untuk menampilkan output sistem operasi virtual pada banyak monitor. Opsi Enable 3D acceleration untuk memberikan dukungan terhadap grafik 3D kepada mesin virtual. Sementara Enable 2D video acceleration untuk memberikan dukungan grafis video 2D.
  • Remote Display
Jika VirtualBox Remote Display Extension (VRDE) diinstall, maka kita dapat mengaktifkan VRDP Server yang tersedia dalam VirtualBox, sehingga kita dapat masuk ke dalam konsol mesin virtual menggunakan RDP viewer, seperti mstsc.exe pada Microsoft Windows. Untuk Linux dan Solaris dapat digunakan program open-source remote desktop.

  • Video Capture
Mulai VirtualBox versi 4.3.2, tersedia fitur untuk menangkap proses yang dilakukan pada mesin virtual dalam bentuk video. Format video yang digunakan adalah .web dengan ukuran, rate dan kualitas frame yang dapat diatur sesuai kebutuhan kita.


 4. Storage

Bagian Storage berguna untuk pengaturan media penyimpanan yang digunakan oleh mesin virtual. Kita dapat menambah atau menghapus hard disk atau CD/DVD virtual baru ke mesin virtual yang kita gunakan.

5. Audio

Bagian Audio berguna untuk pengaturan audio pada mesin virtual.

6.Network

 Saya pernah membahasnya, pada posting sebelumnya,Maksimal ada 4 buah adapter network yang bisa dibuat. Artinya ada 4 buah network ID. Setiap adapter network, ada beberapa jenis pilihan, yaitu, nat, bridge, internal network, host-only adapter, dan generic adapter. Jika diklik advanced, ada beberapa settingan lebih details lagi, yaitu type adapter, promiscuous mode, mac address, dan cable connected. Jika anda ingin lebih mengerti fungsi-fungsi pada bagian network ini, anda harus langsung mencoba mempraktekkannya.

7.Serial Port,
Maksimal ada 2buat port Centang enable untuk mengaktifkan.

8. USB 
secara default akan otomatis mendeteksi usb yang ada.

9. Shared Folders.
 Digunakan untuk membuat sharing folder dari System Operasi hosts-nya (System Operasi Utama yang menjalankan VirtualBox). Fitur ini benar-benar bagus. Dengan settingan ini, folder yang diinginkan sekaligus file-file yang ada di dalamnya, selain bisa diakses oleh System Operasi hostnya, juga bisa diakses oleh virtual machine.

Jika dibandingkan dengan VMware Workstation yang gratis juga (maksudnya gratis sampai 30 hari).
Menu Machine. Ada banyak settingan disini, yaitu:
  1. Machine - New, membuat virtual machine yang baru, dari awal.
  2. Machine - Add, menambahkan virtual machine. Jika sudah ada virtual machine, tapi tidak masuk ke VirtualBox.
  3. Machine - Setting, setting khusus untuk virtual machine, karena panjang, selanjutnya akan dibahas tersendiri
  4. Machine – Clone, clone atau mengcopy virtual machine, sehingga mendapatkan hasil virtual machine, yang sama persis dengan aslinya.
  5. Machine – Remove,  remove / menghilangkan virtual machine. Jika ini, dipilih akan ada 3 pilihan, yaitu, apakah delete all filesremove only, ataukah cancel. Jika pilih delete all files, semua file virtual machine akan hilang. Jika remove only, maka file / folder system virtual machine akan tetap ada. Dengan file / folder ini, virtual machine bisa dikembalikan lagi dengan menggunakan settingan Machine - Add di atas. Dan terakhir cancel, artinya tentu saja membatalkan akan melakukan remove.
  6. Machine - Group, mengelompokkan / membuat group, agar virtual machine lebih gampang diatur.
  7. Machine - Start, mulai menjalankan virtual machine.
  8. Machine - Pause, mempause, menghentikan sementara jalannya suatu virtual machine. Jika kembali diklik Machine - Pause, virtual machine akan kembali running.
  9. Machine - Reset, restart virtual machine.
  10. Machine - Close, menutup / mematikan virtual machine.
  11. Save state, sama seperti pause, menghentikan sementara jalannya virtual machine. Jika ingin virtual machine running kembali, klik tombol start (machine – start). Saya bingung apa gunanya ini, kan sudah ada settingan Machine - Pause ?
  12. ACPI  Shutdown, mengirimkan sinyal atau perintah shutdown ke virtual machine.
  13. Power off, mematikan power, virtual machine langsung mati secara paksa.
  14. Machine - Discard save state. Merestart / mereboot virtual machine yang berada dalam posisi save state.
  15. Machine - Show log, melihat log / history dari virtual machine.
  16. Machine - Refresh
  17. Machine - Show in explorer, melihat virtual machine dalam windows explorer
  18. Machine - Create shortcut on desktop, membuat shortcut VirtualBox pada desktop.
  19. Machine - Sort. Mengurutkan virtual machine.
  • Menu - Help. Saya kira tidak ada yang special, dan anda seharusnya sudah mengetahui sendiri. Saya lewati saja, untuk mempercepat.


Sumber : http://myconfigure.blogspot.com/2013/06/review-fitur-fitur-yang-ada-di.html




Minggu, 29 Maret 2015

Cara Membuatan Mesin Virtual 

Windows 7 Di VirtualBox

.

Untuk membuat mesin virtual Windows 7 dengan VirtualBox,diperlukan hal-hal berikut antara lain :
  1. Aplikasi VirtualBox yang sudah terinstall pada komputer.
    Silahkan baca Cara Install Oracle VM VirtualBox dan VirtualBox Extensions Pack untuk panduan menginstall VirtualBox ke dalam komputer.
  2. Master Windows 7 dalam format .iso
  3. Cara installasi Windows 7 
  • Jalankan aplikasi VirtualBox untuk memulai pembuatan mesin virtual baru.
    • Tekan tombol "New" atau pilih menu Machine, kemudian item New untuk membuat guest machine baruShortcut Ctrl-N (tekan tombol fungsi kontrol bersamaan dengan menekan huruf N pada keyboard) juga dapat digunakan untuk pembuatan mesin virtual baru.
    Selanjutnya muncul jendela pop-up Create Virtual Machine, yang berguna untuk label dan jenis serta versi sistem operasi guest yang akan diinstall.
  • Pada isian Name, tulis nama sistem operasi guest yang akan diinstall, dalam hal ini adalah Windows 7. Nama sistem operasi guest juga digunakan sebagai nama folder untuk lokasi file sistem operasi guest (pada Windows 7lokasi default folder mesin virtual adalah C:\Users\Account-Login\VirtualBox VMs). Pada bagian Type, pilih Windows 7 dan di bagian Version, sesuaikan versi Windows 7 yang akan diinstall, apakah versi 32-bit atau versi 64-bit. Selanjutnya tekan tombol Next.
  • Layar selanjutnya pengaturan jumlah memori yang akan dialokasikan untuk mesin virtual dalam satuan Megabyte. Secara otomatis, VirtualBox akan memberikan saran alokasi memori untuk sistem operasi Windows 7 yang akan diinstall adalah 512 MB.

  • Jika ingin melakukan perubahan, isian maksimal ditunjukan oleh indikator warna hijau atau setengah dari total jumlah memori komputer yang tersedia, agar sistem operasi utama tidak menjadi terganggu. Selanjutnya tekan tombol Next.
Bagian selanjutnya adalah pengaturan media penyimpanan (hard disk) yang akan digunakan mesin virtualWindows 7. VirtualBox memberikan rekomendasi kapasitas hard disk virtual yang akan dibuat berdasarkan jenis sistem operasi yang ditentukan sebelumnya. Kapasitas hard disk yang disarankan tersebut dapat kita ganti sesuai kebutuhan kita.

Dalam pengaturan hard disk virtual, tersedia 3 (tiga) opsi yang dapat digunakan:
1. Do not add a virtual hard drive
     Opsi ini digunakan untuk pengguna tingkat mahir, karena hard disk virtual akan          dibuat dalam pengaturan terpisah dan setelah pembuatan mesin virtual Windows         7 selesai dilakukan.Cara 
2. Create a virtual hard drive now
     Opsi ini digunakan untuk membuat hard disk virtual baru bersamaan dengan                 pembuatan mesin virtualWindows 7.
3. Use an existing virtual hard drive
      Gunakan opsi ini untuk memilih hard disk virtual yang sudah ada.

  • Pilih opsi Create a virtual hard drive now karena kita akan langsung membuat hard disk virtual untuk mesin virtual Windows 7. Kemudian tekan tombol Create.

Selanjutnya untuk menentukan jenis (ekstensi) file hard disk virtual yang akan dibuat. Standarnya VirtualBox menggunakan format file VDI (VirtualBox Disk Image) untuk penyimpanan hard disk virtual.
SuVirtualBox juga mendukung pembacaan jenis file dari aplikasi-aplikasi virtual lainnya, seperti VMDK (Virtual Machine Disk) yang merupakan format dari aplikasi virtual Vmware, VHD (Virtual Hard Disk) format dari Microsoft Virtual PC, HDD (Parallels Hard Disk) format aplikasi virtual dari Parallels atau format dari aplikasi virtual QEMU.


Setelah menekan tombol Next, pengaturan selanjutnya untuk menentukan "bagaimana" hard disk virtual yang akan dibuat tersebut disimpan pada hard disk fisik (hard disk host).

Di bagian ini tersedia 2 (dua) opsi yang dapat dipilih:
1.  Dynamically allocated,
Artinya kapasitas hard disk fisik akan digunakan berdasarkan berapa kapasitas hard disk virtual sudah terpakai dan tidak berdasarkan berapa ukuran hard disk virtual ditentukan. Kapasitas hard disk virtual akan dibatasi berdasarkan ukuran yang telah ditentukan.
2.  Fixed size,
Artinya kapasitas hard disk fisik akan digunakan berdasarkan ukuran kapasitas hard disk virtual dibuat, walaupun kapasitas hard disk virtual tersebut masih kosong atau belum digunakan.

  • Pilih Opsi Dynamically allocated, kemudian tekan tombol Next.

selanjutnya berguna untuk menentukan nama tampil dan nama folder tempat menyimpan file-file mesin virtual yang akan kita buat. Kita juga dapat menempatkan file-file mesin virtual ke dalam folder atau direktori yang sudah ada, atau pada hard disk lain yang berbeda dengan hard disk yang digunakan oleh sistem operasi utama.

  • Tekan tombol Create untuk membuat mesin virtual Windows 7.

Selesai proses tersebut, di bagian kiri layar aplikasi VirtualBox, akan ditampilkan sebuah mesin virtual Windows 7 dalam keadaan kosong dan siap untuk diinstall.

Install Mesin Virtual Windows 7

Langkah selanjutnya adalah melakukan instalasi pada mesin virtual Windows 7 yang kita buat. Klik ganda pada mesin virtual Windows 7 atau klik tombol Start (icon panah) untuk menjalankan mesin virtual Windows 7.

Dikarenakan mesin virtual yang kita jalankan belum memiliki sistem operasi, secara otomatis VirtualBox akan menampilkan kotak dialog yang berguna untuk memilih disk drive yang berfungsi sebagai startup.

Klik icon di bagian kanan untuk memilih master Windows 7.

Pilih master sistem operasi yang akan digunakan. Format file master sistem operasi dapat dalam bentuk iso, cdr atau dmg. Klik ganda pada file master Windows 7 atau klik tombol Open untuk menutup pop-up pemilihan file dan kembali ke layar sebelumnya.



Setelah itu, klik tombol Start untuk memulai proses instalasi mesin virtual Windows 7.

Untuk proses instalasi selanjutnya, langkah-langkah dan tahapan yang akan dilakukan sama seperti instalasiWindows 7 pada komputer "nyata". Silahkan baca secara lengkap dalam Step-by-Step Instalasi Windows 7.


Permasalahan Instalasi (Troubleshooting)

Apabila pada langkah ketiga kita tidak memilih master sistem operasi atau media instalasi (master sistem operasi) yang kita gunakan rusak, maka VirtualBox akan menampilkan informasi kesalahan dan sistem pada mesin virtual akan terkunci (halted) dimana keyboard atau mouse pada mesin virtual tidak akan berfungsi lagi.


Langkah pertama adalah memilih media instalasi pada menu Devices kemudian pada opsi CD/DVC Devices pilih master sistem operasi dari daftar yang ada, atau klik icon Choose a virtual CD/DVD disk file di bagian paling atas untuk memlih master sistem operasi baru.

Matikan mesin virtual tersebut dengan cara mengklik tombol silang pada layar mesin virtual.


Sumber : http://dosen.gufron.com/tutorial/cara-install-windows-7-dengan-virtualbox/27/